JAGAD #3: Menjawab Stigma Kuliah Terbengkalai di Balik Kesibukan Aktivis


Stigma mahasiswa aktivis selalu membuat kuliah terbengkalai masih menjadi perdebatan. Banyak orang memandang sebelah mata seorang mahasiswa aktivis dalam menjaga keseimbangan antara organisasi dan akademik. 

Hal itulah yang menjadi topik dalam Jagongan An-Nahdliyah (JAGAD) #3 pada Kamis (10/9/2026) di Taman Edupark Kampus 2 UIN Walisongo. Forum ini merupakan diskusi rutin yang diadakan PK IPNU IPPNU UIN Walisongo setiap 3 Minggu sekali. 

JAGAD #3 kali ini juga mengundang beberapa mahasiswa baru 2026, guna menarik perhatian mereka untuk gabung di PK IPNU IPPNU UIN Walisongo.

Dengan mengusung tema "Kontribusi Akademik: Aktivis yang Berprestasi atau Terbengkalai?", diskusi ini mengupas tuntas realita kehidupan mahasiswa yang berorganisasi. Pemantik dalam diskusi ini juga menyebutkan bahwa terdapat jurnal yang menyatakan bahwa berorganisasi tidak membuat IPK turun.


Dalam forum tersebut, terungkap bahwa kegiatan organisasi sebenarnya bukan penghalang untuk meraih nilai akademik yang memuaskan. Pengalaman berorganisasi justru mengasah kecakapan berpikir kritis dan kepemimpinan yang sangat berguna di dalam ruang kelas.

Kunci utama agar kuliah tidak keteteran terletak pada individu dalam mengatur manajemen waktu dan prioritas. Aktivis sejati harus mampu membagi porsi perhatian secara bijak antara kewajiban studi dan pengabdian organisasi.

Diharapkan diskusi kali ini dapat terus memotivasi mahasiswa untuk berprestasi di jalur akademik maupun organisasi.


Penulis: Muhammad Ikhsan

Posting Komentar

0 Komentar