Meneguhkan Khidmah Pendidikan di Tengah Godaan Panggung Kekuasaan

LENTERA #6

PK IPNU IPPNU UIN Walisongo - Pidato lugas seorang pimpinan pesantren di hadapan kepala negara baru-baru ini menyentakkan kesadaran publik. Penegasan prinsipil untuk menolak arus politik praktis demi pembinaan umat menjadi momen penting bagi organisasi pelajar seperti PK IPNU IPPNU. Hal ini menjadi cermin besar bagi arah gerak dan fokus kaderisasi pelajar di akar rumput.  

Independensi institusi pendidikan merupakan harga mati bagi lembaga pendidikan Islam dan organisasi pengampunya. Mandat utama lembaga ini adalah mencetak manusia yang berkarakter, berilmu, serta berakhlak mulia. Oleh karena itu, lingkungan belajar dan komisariat harus dijaga agar steril dari kepentingan elektoral sesaat.  

Menolak politik praktis tidak lantas membuat pelajar menjadi generasi yang buta akan politik. PK IPNU IPPNU bertugas mengedukasi kader untuk memahami literasi kebangsaan dan arah kebijakan publik tanpa terjebak menjadi partisan. Pelajar diajak memahami realitas sosial agar kelak mampu memimpin dengan integritas yang kokoh.  

Keberanian menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa secara santun merupakan wujud nyata integritas kepesantrenan. Nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan kemandirian harus senantiasa dihidupkan dalam tradisi organisasi pelajar. Kaderisasi tingkat komisariat perlu melatih nalar kritis agar pelajar tidak mudah silau oleh gemerlap kekuasaan.  

Sikap teguh menjaga khidmah pendidikan mengingatkan kita bahwa pembangunan peradaban sejati diukur dari konsistensi mencetak generasi bermanfaat. Jalan pendidikan dan pengkaderan inilah ruang perjuangan sesungguhnya bagi pelajar. Dengan merawat nalar dan menegakkan akhlak, pelajar siap mengabdi tanpa pamrih demi masa depan bangsa.

 Referensi: @shiftmedia.id


Penulis: Nurul Anifa
Editor: Muhammad Ikhsan

Posting Komentar

0 Komentar